Pijay Kawal Distribusi Pupuk Subsidi

MEIREUDU – Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya (Pijay) mulai mengawal pendistribusian pupuk bersubsidi jenis SP36 sebanyak 85 ton kepada kelompok tani (poktan) di lima kecamatan. Pupuk tersebut merupakan jatah 2019 yang terlambat disalurkan ke pihak produsen PT Petrokimia Gresik, akibat ada kendala pada aplikasi web commerce (WCM).

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distanpang) Pidie Jaya (Pijay), drh Muzakkir Muhammad MM kepada Serambi, Kamis (23/1) menjelaskan penyaluran pupuk SP36 harus dikawal dengan ketat, agar tepat sasaran. Dia menjelaskan pengawalan penyaluran pupuk ini sedang berjalan, mulai kios pengecer hingga kelompok tani (Poktan) di lima kecamatan.

Disebutkan, Kecamatan Jangka Buya 30 ton, Mereudu 20 ton, Bandar Dua 15 ton, Bandar Baru 15 ton, dan Ulim 5 ton. Dia mengungkapkan pada Desember 2019 lalu, aplikasi PT Petrokimia Gresik tidak dapat diakses, sehingga distributor tidak dapat melakukan penebusan, tetapi pada 26 Desember, aplkasi dapat diakses, sehingga pupuk SP36 langsung ditebus.

“Pupuk bersubsidi jenis SP36 ini sudah disalurkan mulai Rabu (22/1) oleh dinas dan tim terkait kepada kelompok tani,” ujarnya. Ditambahkan, sesuai kuota pupuk bersubsidi yang diberikan oleh Pemerintah Aceh kepada Pemkab Pijay pada 2019 lalu, berjumlah sebanyak 6.090 ton , yakni urea 2.500 ton, SP36 1.050 ton, ZA 620 ton, NPK 1.600 ton, dan organik 320 ton.

Dia mengungkapkan kuota pupuk bersubsidi untuk 2020 sebanyak 19.050 ton, berupa urea 3.800 ton, SP36 sebanyak 1.000 ton, ZA 1.050 ton, NPK 2.500 ton, dan organik 1.700 ton.

Dilansir sebelumnya, tim pengawas yang dipimpin Kadis Pertanian dan Pangan (Distanpang) Pidie Jaya, drh Muzakkir Muhammad MM memantau penyaluran pupuk bersubsidi di sejumlah kios resmi pupuk di Kecamatan Ulim dan Meurahdua, Jumat (1/11/2019). Dalam pantauan, tidak ditemui kios yang membandel.

“Tanpa pengawasan ketat, bisa jadi pupuk menghilang saat dibutuhkan dan kalaupun tersedia terbatas dan harga melambung,” jelas Muzakkir. Dia menjelaskan pengawasan hanya khusus pupuk bersubsidi  yang diproduksi PT Pupuk Iskandarmuda (PIM) dan PT Petro Kimia Gresik.

Disebutkan, dari delapan kecamatan, hanya dua kecamatan dipantau yaitu Meurahdua dan Ulim dan juga akan dilakukan ke gampong-gampong yang membeli pupuk secara  berkelompok. Diakuinya, kendati ada pengawasan, tapi terkadang juga terjadi kebocoran, dimana pupuk bersubsidi dijual dalam jumlah besar ke kecamatan lain bahkan luar Pijay.

Prihal sanksi yang akan diberikan kepada kios pupuk nakal, Muzakkir menyebutkan, jika sudah beberapa kali diingatkan tapi tidak juga diindahkan,maka izin kios dicabut. Ditambahkan, relokasi  kebutuhan pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian 2019 yang diberikan kepada Pidie Jaya berdasarkan keputusan Kadis Pertanian dan Perkebunan Aceh, No 820/1193/I.1, tanggal 4 September 2019 yaitu urea 2.500 ton, SP 36 sebanyak 850 ton, ZA 520 ton, NPK 1.600 ton dan pupuk organik sebanyak 320 ton.

Dia menjelaskan jumlah tersebut masuh jauh dari kebutuhan di lapangan, sehingga tidak mengherankan, jika petani sering mengeluh ketiadaan pupuk. Dia meminta pedagang pupuk bersubsidi tidak menjual pupuk kepada petani di luar wilayah penyaluran yang telah ditetapkan.”Melanggar aturan yang telah ditetapkan, seperti menjual pupuk  keluar kabupaten bahkan antar kecamatan sekalipun akan dikenakan sanksi,” ujar Muzakkir.

Sumber : https://aceh.tribunnews.com/2020/01/24/pijay-kawal-distribusi-pupuk-subsidi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *