Kerusakan Irigasi Harus Diperbaiki, Ribuan Hektare Sawah Terancam Kering

JANTHO – Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali meminta Balai Wilayah Sungai I  Sumatera-Aceh yang sedang memperbaiki saluran utama (primer) irigasi Krueng Aceh di Gampong Lamkhuk Tanoh Abee, Kecamatan Seulimuem, yang jebol agar secepatnya diselesaikan.

Pasalnya, kata Mawardi, saat ini ribuan hektare lahan padi yang baru ditanam, seperti di kawasan Lambaro, Simpang Tiga, dan Blangbintang, sangat membutuhkan air. “Jika dalam lima hari ke depan lahan sawah itu tidak mendapat suplai air dari irigasi, dikhawatirkan tanaman padi mati kekeringan,” katanya saat meninjau saluran irigasi yang jebol di Gampong Lamkhuk Tanoh Abee, Selasa (7/1).

Mawardi Ali yang dalam tinjauannya mengajak Kepala Dinas PUPR Aceh Besar Yusmadi, Kepala Dinas Pangan, Fuadi Ahmad, Kasatker Pemeliharaan Operasi Irigasi Balai WS I Sumatera-Aceh, Supriatno, Kepala Ranting Pengatur Air, Anwar,  menjelaskan saluran utama irigasi Krueng Aceh yang jebol dua pekan lalu di Desa Lamkhuk itu sedang dalam perbaikan.

Bupati mengusulkan agar beronjong yang dipasang setelah ketinggian 1,5 meter dicor dengan semen redimik. Tujuannya, agar jika air melimpah bisa secepatnya dialirkan ke areal persawahan.

Stok air di bendungan irigasi Krueng Aceh di Seulimuem, kata Bupati cukup banyak. Bahkan akibat saluran utama jebol yang mengharuskan pintu irigasi ditutup, membuat air melimpah ke atas bendungan dan tumpah kembali ke sungai.

Meski cadangan air melimpah, namun kata Mawardi Ali, ada beberapa petani yang harus menggunakan mesim pompa untuk mengairi sawahnya yang baru ditanami. “Sedangkan bagi lahan sawah yang berada di ujung saluran utama, air tidak sampai ke sana. Meski dipinjami pompa air oleh Dinas Pertanian Aceh Besar, tetap saja tak bermanfaat karena memang air di saluran utama sudah kering,” tuturnya.

Mawardi juga melihat air bendungan irigasi Krueng Jrue sudah menurun,  otomatis debit air yang mengalir dalam saluran utama irigasi sudah mengecil. Agar debit air yang mengecil itu bisa dimanfaatkan, Bupati meminta agar petugas pengatur air melakukan penjadwalan penyalurannya.

“Pembuatan jadwal penyaluran air itu harus dilakukan agar areal persawahan yang berada di ujung saluran mendapat pasokan air secara proporsional. Ini juga agar sawah yang sudah ditanami tidak kekeringan,” tandasnya.

Terkait hal itu, Dinas Pengairan Aceh akan mempercepat perbaikan irigasi tersebut agar areal persawahan petani bisa tetap mendapat distribusi air.

Kepala Dinas Pengairan Aceh,  Ir Mawardi,  kepada Serambi, Selasa (7/1) mengatakan, mulai Kamis (2/1) lalu, mereka mulai mengerjakan perbaikan irigasi yang jebol di Desa Lamkhuk Tanoh Abee, Kecamatan Seulimuem. Irigasi Krueng Aceh yang lebar enam meter itu mengalami kerusakan atau jebol mencapai panjangnya 16 meter. Karena kerusakannya berat, air tidak mampu menjangkau ke persawahan petani.

Akibat irigasi itu jebol mencapai 3.000 hektare lahan sawah di Kecamatan Montasik,  Blangbintang, Darussalam, Indrapuri, Seulimuem dan Kecamatan lainnya yang membutuhkan pasokan air belum terairi. Mereka akan secepatnya menyelesaikan pekerjaan perbaikan irigasi Tanoh Abe yang jebol tersebut, agar masyarakat tidak dirugikan karena saat ini lagi musim tanam, ” ujar Mawardi di ruangan kerjanya.

Sementara itu, Ketua DPRK Aceh Besar, Zulfikar Aziz mengatakan, krisis sumber air persawahan di Aceh Besar hingga kini belum ada solusi yang konkret dari pemerintah. Akibatnya pencapaian target swasembada beras sulit diwujudkan.

“Permasalahan yang sudah berlangsung lama ini sangat berdampak kepada beberapa kecamatan. Akibatnya program turun ke sawah serentak tak bisa dilakukan,” jelasnya.

Padahal, kata Zulfikar,  potensi swasembada beras bisa lebih diwujudkan dengan memanfaatkan kearifan lokal lembaga adat, seperti  kejruen blang. Namun, untuk mewujukan swasembada, Pemerintah Aceh Besar harus mengimplementasikan dengan tegas qanun abes nomor 5 tahun 2013 tentang perlindung lahan pertanian pangan berkelanjutan,” tandas politisi PKS itu. (her/as)

Sumber : https://aceh.tribunnews.com/2020/01/08/kerusakan-irigasi-harus-diperbaiki-ribuan-hektare-sawah-terancam-kering

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *