810 Ton Jatah Urea Petani Aceh Besar Dikurangi, Ini Penjelasan Kadistan

Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar, Dr Ir Azhar MSc, mengatakan, jatah urea bersubsidi untuk Aceh Besar dikurangi dari kuota 3.450 ton per tahunnya turun  menjadi 2.640 ton per tahunnya.

“Alokasi pupuk urea bersubsidi  setiap tahunnya tidak pernah 100 persen, sehingga muncul persoalan di lapangan selalu saja pupuk urea subsidi langka padahal memang tidak pernah diberikan sesuai permintaan (kebutuhan) petani di Aceh Besar,” ujar Azhar kepada Serambinews.com, Rabu (8/4/2020).

Disebutkan, saat ini luas lahan sawah di Aceh Besar mencapai 25.692 hektare. Kekurangan urea bersubsidi di Aceh Besar bukan berdampak terhadap gagal panen. Karena pupuk urea bersubsidi di Aceh Besar bukan satu-satunya saprodi dalam budidaya pertanian (padi dan palawija).

Menurut dia, tugas dan fungsi (tupoksi) dinas, dimulai dari tahap mendata kebutuhan pupuk urea di Aceh Besar hingga penetapan SK oleh dinas untuk diteruskan kepada Dinas Pertanian Aceh yang kemudian ke Kementerian Pertanian Pusat.

Jadi, untuk mengantisipasi pupuk urea beraubsidi tidak mencukupi quotanya berdasarkan kebutuhan petani, maka pemerintah akan segera merelokasi di tingkat kecamatan. Dan, menurut dia, mulai tahun ini Pemkab Aceh Besar telah membentuk tim Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3).

“Tim ini merupakan tim koordinasi yang melibatkan dinas lintas sektor termasuk unsur kepolisian dan kejaksaan,” ujarnya.(*)

Sumber : https://aceh.tribunnews.com/2020/04/08/810-ton-jatah-urea-petani-aceh-besar-dikurangi-ini-penjelasan-kadistan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *