2.493 Hektare Lahan Sawah di Aceh Besar Terancam Gagal Panen, Ini Penjelasan Kadistan Abes

SERAMBINEWS.COM, JANTHO  –  Seluas 2.493 hektare lahan sawah di wilayah Kabupaten Aceh Besar, terancam gagal panen. Hal ini akibat krisis air yang melanda sebagian besar wilayah Aceh Besar beberapa pekan terakhir.

Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar, Dr Ir Azhar MSc, kepada Serambinews.com, Kamis (16/1/2020) mengatakan, 2.493 hektare sawah milik petani terancam gagal panen. Pasalnya, saluran irigasi Lamkuk di Kecamatan Seulimeum mengalami kerusakan pada akhir Desember tahun 2019 yang lalu.

Meskipun sedang berada di musim penghujan, namun kekeringan terus saja terjadi, sehingga menghambat pertumbuhan tanaman padi.
Padahal, air merupakan salah satu faktor produksi terpenting untuk menjamin keberhasilan hasil produksi di sawah.

Terkait dengan telah berfungsi saluran irigasi di Seulimuem setelah diperbaiki Dinas Pengairan Aceh beberapa hari lalu, dipastikan air dapat dipasok kembali ke persawahan petani.

Meskipun begitu, menurut petugas Dinas Pertanian Aceh Besar di lapangan masih ada beberapa areal persawahan petani yang belum dilakukan penanaman dampak dari rusaknya saluran irigasi maupun kekurangan air hujan.

Kata dia, tanam penghujan (rendeng), total luas areal padi yang sudah ditanam sampai dengan pertengahan Januari 2020 adalah seluas 23.183 hektare.

Dari luas penanaman, diprediksi 2.493 hektare berisiko gagal panen jika sawah masih kekurangan air. Namun demikian beberapa kecamatan seperti kecamatan Leupung dan Lhoong belum melakukan penanaman.

“Secara teknis, jika air terus tersedia risiko gagal panen masih bisa dikurangi,” ujar Azhar.

Untuk tahun 2019, luas tanam padi 49.049 hektare dengan luas panen sebesar 43.320 hektare dengan jumlah produksi gabah sebesar 273.527,19 ton. Dengan demikian diperoleh rata-rata hasil produksi padi di Aceh Besar yaitu 6,16 ton per hektare per tahun.

Hasil produksi tersebut untuk dua musim tanam yaitu masim tanam gadu dan musim tanam rendeng. Beberapa kecamatan menunjukkan hasil di atas rata-rata dengan kisaran lebih besar dari 6,1 hektare per tahun sampai dengan 7,3 ton per hektare per tahun terutama untuk kecamatan sentra produksi padi seperti Kecamatan Indrapuri, Kuta Cot Glie, Lembah Seulawah, Montasik, Kuta Malaka, serta Kecamatan Suka Makmur.

“Dari dua musim tanam, produktivitas hasil padi sawah di musim tanam rendeng lebih tinggi dibandingkan musim tanam gadu”,  pungkas Azhar.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRK Aceh Besar dari Partai PKS, Mursalin SHI mengatakan, pihaknya telah keliling wilayah simpang tiga, Ingin Jaya, Montasik, Blang Bintang dan Sukamakmur. DPRK Aceh Besar meminta kepada bupati untuk menetapkan Aceh Besar darurat kekeringan.

Sumber : https://aceh.tribunnews.com/2020/01/16/2493-hektare-lahan-sawah-di-aceh-besar-terancam-gagal-panen-ini-penjelasan-kadistan-abes?page=all


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *